Jumat, 14 Maret 2014

SEJARAH KOTA REOG

SEJARAH KOTA REOG PONOROGO BESERTA LETAK GEOGRAFISNYA

PONOROGO adalah kota yang berada di Jawa Timur, dan sudah terkenal hingga ke sekuruh Negara, Oleh karena itu, belkum lengkap jika kita belum mengenal lebih jauh tentang kota REO PONOROGO tercinta. berikut adalah ulasannya.

R : RESIK

E : ENDAH

O : OMBER

G : GIRANG-GEMBIRANG

Sejarah berdirinya kabupaten Ponorogo
       Ponorogo berasal dari dua kata yaitu pramana dan raga. Pramana berarti daya kekuatan, rahasia hidup, sedangkan raga berarti badan, jasmani. Kedua kata tersebut dapat ditafsirkan bahwa di balik badan manusia tersimpan suatu rahasia hidup (wadi) berupa olah batin yang mantap dan mapan berkaitan dengan pengendalian sifat-sifat amarah, aluwamah / lawamah, shufiah dan muthmainah. Manusia yang memiliki kemampuan olah batin yang mantap dan mapan akan menempatkan diri di manapun dan kapanpun berada.[7] Namun ada pula yang menyebutkan bahwa pono berarti melihat dan rogo berarti badan, raga, atau diri. Sehingga arti Ponorogo adalah "melihat diri sendiri" atau dalam kata lain disebut "mawas diri".[9]
Asal-usul nama Ponorogo bermula dari kesepakatan dalam musyawarah bersama Raden Bathoro Katong, Kyai Mirah, Selo Aji dan Joyodipo pada hari Jum'at saat bulan purnama, bertempat di tanah lapang dekat sebuah gumuk (wilayah katongan sekarang). Dalam musyawarah tersebut disepakati bahwa kota yang akan didirikan dinamakan Pramana Raga yang akhirnya berubah menjadi Ponorogo.

 Letak Geografis Kabupaten Ponorogo


Kabupaten Ponorogo (bahasa Jawa: Kabupatèn Panaraga) adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini terletak pada koordinat 111° 17’ - 111° 52’ BT dan 7° 49’ - 8° 20’ LS dengan ketinggian antara 92 sampai dengan 2.563 meter di atas permukaan laut dan memiliki luas wilayah 1.371,78 km²[5]. Kabupaten ini terletak di sebelah barat dari provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah atau lebih tepatnya 200 km arah barat daya dari ibu kota provinsi Jawa Timur, Surabaya. Hari jadi Kabupaten Ponorogo diperingati setiap tanggal 11 Agustus.

LAMBANG NKRI DAN MAKSUDNYA

#  MAKSUD
LAMBANG GARUDA PANCASILA

Garuda Pancasila terdiri atas tiga komponen utama, yakni Burung Garuda, perisai dan pita putih.

1.    Burung Garuda

Burung Garuda merupakan burung mistis yang berasal dari Mitologi Hindu yang berasal dari India dan berkembang di wilayah Indonesia sejak abad ke-6. Burung Garuda itu sendiri melambangkan kekuatan, sementara warna emas pada burung garuda itu melambangkan kemegahan atau kejayaan. Pada burung garuda,

*        Jumlah masing-masing sayap bulunya berjumlah 17 yang mempunyai makna, tanggal kemerdakaan negara kita yakni tanggal 17.

*        Bulu ekor memiliki jumlah 8 yang melambangkan bulan kemerdekaan negara kita bulan Agustus yang merupakan bulan ke-8.

*        Dan bulu-bulu di pangkal ekor atau  perisai berjumlah 19 helai dan di lehernya berjumlah 45 helai.

Sehingga kesemua jumlah bulu yang ada di setiap bagiannya melambangkan tanggal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945.

*    Kepala Burung Garuda yang menoleh ke kanan mungkin karena pemikiran orang zaman dahlu yang ingin Indonesia menjadi negara yang benar dan bermaksud agar Indonesia tidak menempuh jalan yang salah. Dan anggapan bahwa arah ke kanan adalah arah yang baik lah yang membuat kepala Garuda dibuat menghadap ke kanan. Biasanya banyak anggapan yang mengatakan bahwa jalan yang benar itu dilambangkan dengan arah kanan, makanya kepala garuda Indonesia selalu mengarah ke kanan.

*    Sayap yang membentang adalah siap terbang ke angkasa.

Burung Garuda dengan sayap yang mengembang siap terbang ke angkasa, melambangkan dinamika dan semangat untuk menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara

2.  Perisai

Perisai yang dikalungkan melambangkan pertahanan Indonesia. Pada perisai itu mengandung lima buah simbol yang masing-masing simbol melambangkan sila-sila dari dasar negara Pancasila.

˜     Bagian tengah terdapat simbol bintang bersudut lima yang melambangkan sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Lambang bintang dimaksudkan sebagai sebuah cahaya, seperti layaknya Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia. Sedangkan latar berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli, yang menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah sekedar rekaan manusia, tetapi sumber dari segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.

˜     Di bagian kanan bawah terdapat rantai yang melambangkan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai tersebut terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkait membentuk lingkaran. Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan yang lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkait pun melambangkan bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan, membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat seperti sebuah rantai.

˜     Di bagian kanan atas terdapat gambar pohon beringin yang melambangkan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Pohon beringin digunakan karena pohon beringin merupakan pohon yang besar di mana banyak orang bisa berteduh di bawahnya, seperti halnya semua rakyat Indonesia bisa " berteduh " di bawah naungan negara Indonesia. Selain itu, pohon beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana, namun tetap berasal dari satu pohon yang sama, seperti halnya keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.

˜     Kemudian, di sebelah kiri atas terdapat gambar kepala banteng yang melambangkan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. Lambang banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah di mana orang-orang harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu.

˜     Dan di sebelah kiri bawah terdapat padi dan kapas yang melambangkan sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas digunakan karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran yang merupakan tujuan utama bagi sila kelima ini.

*    Ditengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan garis khatulistiwa yang menggambarkan lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu negara tropis yang di lintasi garis khatulistiwa yang membentang dari timur ke barat.

*    Warna dasar pada ruang perisai adalah warna bendera kebangsaa Indonesia “Merah-Putih”. Merah berarti berani dan putih berarti suci. Sedangkan bagian tengahnya berwarna dasar hitam berarti warna alam atau warna asli.

3.  Pita Putih

Pada bagian bawah Garuda Pancasila, terdapat pita putih yang dicengkeram, yang bertuliskan " BHINNEKA TUNGGAL IKA " yang ditulis dengan huruf latin, yang merupakan semboyan negara Indonesia. Kata “Bhineka” berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, Kata “Tunggal” berarti satu, dan Kata “Ika” berarti itu. Perkataan bhinneka tunggal ika merupakan kata dalam Bahasa Jawa Kuno yang berarti " berbeda-beda tetapi tetap satu jua ". Perkataan itu diambil dari Kakimpoi Sutasoma karangan Mpu Tantular, seorang pujangga dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Perkataan itu menggambarkan persatuan dan kesatuan Nusa dan Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau, ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa, serta agama.

 

Kamis, 13 Maret 2014



******Sopo Nyono Videography*******
d/a: Dusun Miri Desa Tanjunggunung Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo

Yang bisa melayani:
Photo, Video Shooting , Transfer VCD/DVD, Edit (FOTO/VIDEO)
Spanduk, Undangan,  dan kelengkapan hajatan lainnya………………
Bisa Call, SMS, WA; 085336614302 / 081234362006
Harga bisa dinego……
Photo 1 Roll (36 lembar) mulai Rp. 145.000,-
Shooting 1 Paket (2 disc DVD) Mulai Rp. 475.000,-
Undangan/ Ulem2 Mulai Rp. 800,-


Kwalitas OK……..

Alergi Makanan



Alergi Makanan


·       PENGERTIAN
Istilah alergi makanan (food allergy) adalah bagian dari terminologi yang lebih luas, yaitu hipersensitivitas makanan (food hypersensitivity), diterjemahkan sebagai semua reaksi tak terduga yang timbul berkaitan dengan makanan, dan dapat dibedakan atas:
1.      Alergi makanan (food allergy), yang reaksinya berhubungan dengan mekanisme imunologis, dan diperantarai oleh imunoglobulin E (IgE), ataupun non IgE.
2.      Intoleransi makanan (food intolerance), yang tidak diperantarai oleh mekanisme imunologis. Intoleransi terjadi akibat bahan-bahan yang terkandung dalam makanan seperti toksin/racun (misalnya histamin pada keracunan makanan laut/ikan), atau penggunaannya secara farmakologis (misalnya tiramin dalam keju atau anggur merah). Reaksi ini terjadi pada orang yang sangat sehat sekalipun, jika mengkonsumsi bahan makanan tadi dalam dosis besar. Berbeda dengan alergi makanan yang terjadi meskipun dosis makanan cukup kecil. Kemungkinan lain penyebab intoleransi makanan adalah adanya penyakit metabolisme bawaan (misalnya defisiensi enzim laktase yang menyebabkan intoleransi laktosa).

·       Prevalensi
Alergi makanan lebih banyak terjadi pada anak-anak, dibandingkan dengan orang dewasa. Alergi makanan yang diperantarai oleh IgE terjadi pada 6% anak di bawah 3 tahun, dan 2% pada dewasa. Anak dengan penyakit alergi (atopi) seperti eksim (dermatitis atopi) dan asma lebih rentan mengalami alergi makanan. Lebih dari 95% alergi makanan timbul pada jenis makanan seperti: telur, susu, kacang-kacangan, gandum, kedelai, dan ikan. Mencapai usia 5 tahun, alergi terhadap telur, gandum, susu, dan kedelai menghilang pada sebagian besar anak. Namun alergi terhadap kacang-kacangan dan makanan laut tetap bertahan sampai usia dewasa pada 80% anak.



·       Gambaran Klinis
Berikut akan dijelaskan gambaran klinis yang dapat ditemukan pada alergi makanan yang diperantarai IgE dan non-IgE.

·       Alergi Makanan yang Diperantarai IgE (IgE Mediated Foof Allergy)
Diagnosis ini ditegakkan berdasarkan anamnesis menyeluruh berdasarkan keluhan/gejala yang ada. Reaksi alergi umumnya timbul dalam 30 menit setelah menelan alergen, dan menimbulkan satu/lebih tanda dan gejala berikut:
- kulit
:
eritema, urtikaria, angioedema
- gastrointestinal
:
muntah, diare, nyeri perut
- saluran napas
:
batuk, suara serak, stridor, mengi
- kardiovaskular
:
hipotensi, pingsan
·       Alergi Makanan yang Tidak Diperantarai IgE (Non IgE Mediated Food Allergy)
Tanda dan gejala tinbul beberapa jam/hari setelah menelan alergen. Macamnya adalah:
1.      Sindrom enterokolitis yang dipicu oleh protein makanan. Kelainan ini timbul pada bayi yang mengkonsumsi susu sapi atau susu kedelai, atau makanan seperti sereal beras. Gejala timbul dalam 1 – 3 jam setelah menelan alergen, berupa muntah terus-menerus cairan berwarna empedu. Hipotensi terjadi pada 15% kasus, dengan gejala pucat dan lemas, sehingga sering disalahdiagnosiskan sebagai sepsis. Tidak jarang gejala berulang sampai akhirnya diketahui alergi makanan sebagai penyebabnya.
2.      Enteropati yang dipicu oleh protein makanan. Gejala muncul pada bayi berupa diare, muntah, dan gagal tumbuh. Paling sering akibat protein susu sapi, dapat juga secara tidak langsung dari kedelai, telur, gandum, beras, ayam, dan ikan.

·       Alergi Makanan Campuran IgE dan Non IgE (Mixed IgE and Non IgE Mediated Food Allergy)
Penyakit alergi lain yang dialami oleh kelompok ini:
1.      Esofagitis Eosinofilik Alergika (Allergic Eosinophilic Esophagitis). Muncul pada bayi sampai remaja, dengan gejala refluks gastroesofagus kronik yang tidak pulih dengan obat-obatan anti refluks, yakni: muntah, tidak mau makan, nyeri perut, dan rewel.
2.      Gastritis Eosinofilik Alergika (Allergic Eosinophilic Gastritis). Dapat timbul pada bayi sampai remaja, dengan gejala setelah makan seperti mual, muntah, nyeri perut dan tidak mau makan, sampai obstruksi/sumbatan saluran cerna.
3.      Gastroenteritis Eosinofilik Alergika (Allergic Eosinophilic Gastroenteritis). Terjadi pada semua umur dengan gejala gagal tumbuh (failure to thrive), berat badan turun, dan gejala-gejala esofagitis dan gastritis.
4.      Proktokolitis Eosinofilika (Eosinophilic Proctocolitis). Timbul pada bayi akibat masuknya protein makanan melalui ASI atau pada susu formula sapi/kedelai. Ditemukan darah pada tinja, namun bayi tidak tampak sakit dengan pertumbuhan baik.

·       Diagnosis

Alergi Makanan yang Diperantarai IgE
Adanya antibodi IgE makanan tertentu dapat dideteksi dengan uji kulit Prick (Prick Skin Test/PST) atau pemeriksaan darah (RAST – Radioallergosorbent test) yang mengukur kadar antibodi IgE alergen tertentu di kulit atau darah. Uji kulit Prick sederhana, cepat, dan tidak terlalu mahal, namun harus dilakukan oleh dokter yang terlatih dalam metodologi dan pembacaan/interpretasi hasil, mengingat hasil positif palsu (false positive) cukup sering. Hasil negatif pemeriksaan ini cukup dapat dipercaya (jarang terjadi negatif palsu). Sedangkan uji RAST lebih mahal, dengan keterbatasan jumlah akergen yang dapat diperiksa dalamm satu waktu. Hasil pemeriksaan juga baru dapat diperoleh dalam satu minggu.
Diagnosis definitif/pasti alergi makanan ditegakkan dengan melihat reaksi segera dari pemaparan makanan yang bertahap (graded food challenge). Pengujian ini tidak boleh dilakukan di rumah, jika ada kecurigaan alergi makanan yang diperantarai oleh IgE.
Masih ada beberapa teknik lain pengujian terhadap alergi makanan, namun belum memiliki pegangan ilmiah yang diakui, mahal, dan dapat berdampak pada pemantangan terhadap makanan-minuman yang tidak seharusnya.
Alergi Makanan yang Tidak Diperantarai IgE
Belum ada pemeriksaan penunjang/diagnostik spesifik terhadap sindroma hipersensitivitas makanan yang tidak diperantarai IgE. Satu-satunya cara adalah penghindaran/pemantangan jenis makanan tertentu, diikuti oleh pemaparan kembali (food challenge). Penghindaran makanan ini dilakukan dengan pengawasan dokter yang berkompetensi dalam alergi, dan untuk memastikan asupan gizi juga tercukupi.
Pada sindroma campuran IgE/non-IgE, uji kulit Prick dapat digunakan. Endoskopi dan biopsi saluran cerna dapat menunjang pemeriksaan, jika melibatkan tanda-gejala keterlibatan saluran cerna.

·       Tata Laksana
Tidak ada penyembuhan terhadap alergi makanan. Satu-satunya terapi yang terbukti berhasil adalah penghindaran ketat (strict avoidance) terhadap alergen makanan yang diketahui. Pasien dan orangtuanya diajari bagaimana membaca label kemasan makanan dengan tepay, dan mengetahui istilah-istilah tertentu alergen makanan dan produknya. Ahli gizi/diet (dietisian) dapat dilibatkan dalam hal ini.
Pasien dengan hipersensitivitas makanan yang diperantarai IgE dibekali dengan rencana tata laksana jika terjadi reaksi segera/mendadak alergi makanan yang tidak terduga, misalnya menggunakan alat suntik adrenalin (Epipen®/Epipen junior®). Hal ini dilakukan dengan bimbingan dokter spesialis anak, atau ahli alergi-imunologi, meliputi edukasi dan rencana tata laksana anafilaksis yang tertulis.

·       Pengawasan Lanjutan (Follow-up)
Sebagian besar alergi makanan (kecuali kacang-kacangan dan ikan laut/kerang) hilang dengan sendirinya seiring waktu, maka pasien dipantau secara rutin untuk melihat pengurangan serangan alergi dan rencana jika terjadi keadaan gawat-darurat akibat alergi.
Kecukupan nutrisi setiap orang juga dinilai dengan pemberian suplemen yang dibutuhkan, misalnya suplemen kaslium pada anak di atas 12 bulan yang menghindari konsumsi susu sapi.
Imunisasi juga diberikan rutin sesuai jadwal. Vaksinasi MMR aman pada anak dengan alergi telur, namun vaksinasi influenza dikontraindikasikan.

·       Pencegahan terhadap Alergi Makanan
Bayi dengan risiko tinggi (misalnya: ada riwayat alergi pada orangtua/keluarga yang cukup signifikan), rekomendasi terkini menyatakan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Pembatasan diet (jenis makanan) ibu selama menyusui untuk mencegah alergi juga tidak direkomendasikan. Jika bayi sudah mengkonsumsi susu formula, formula terhidrolisis (protein susu sudah dipecah) direkomendasikan pada bayi dengan risiko tinggi. Formula terhidrolisis sebagian (partial hydrolysed formula) misalnya NAN HA® dapat dibeli tanpa resep, sedangkan formula terhidrolisis seluruhnya (extensively hydrolysed formula) misalnya Peptijunior® hanya bisa didapatkan dengan resep dokter, dan penggunaannya terbatas pada bayi yang terbukti alergi terhadap susu sapi dan kedelai. Meskipun belum ada bukti yang menjelaskan waktu kapan mulai mengkonsumsi makanan padat (solid foods), seringkali direkomendasikan untuk menunda pengenalan makanan padat sampai bayi mencapai umur 6 bulan, dan menunda pemberian kacang-kacangan dan ikan laut/kerang sampai bayi dengan risiko tinggi mencapai umur 3 – 4 tahun.

·       Kelirumologi Umum (Common Misconceptions)
Perilaku seperti hiperaktivitas sering dihubungkan dengan alergi makanan, namun belum ada buktinya.
Juga tidak ada bukti bahwa susu meningkatkan produksi lendir (mukus), dan penghindaran terhadap susu dan gandum hanya bermanfaat pada pasien yang terbukti alergi makanan jenis ini.